Rabu, 04 Januari 2012

tugas kewirausahaan 2

TUGAS KEWIRAUSAHAAN


1.        Sebutkan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, dan berikanlah contoh masing-masing.
Jawab:
Teori Tiga Kebutuhan
David Mc Clelland dan kawan-kawan telah mengajukan tiga motif atau kebutuhan utama yang relevan ditempat kerja.4
a. Kebutuhan akan prestasi (nAch); Dorongan untuk unggul, untuk mencapai sederetan standar guna meraih kesuksesan.
b. Kebutuhan akan kekuasaan (nPow); Kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dengan cara yang diinginkan.
c. Kebutuhan akan Afiliasi (nAff) ; Hasrat akan hubungan persahabatan dan kedekatan antar personal.
                 Beberapa orang memiliki dorongan yang sangat kuat untuk sukses, namun mereka berusaha keras untuk meraih prestasi perorangan daripada mendapat penghargaan karena keberhasilan yang diraihnya. Mereka memiliki hasrat untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih efisien daripada yang telah dilakukan sebelumnya. Dorongan ini adalah kebutuhan untuk berprestasi. Dari penelitian mengenai kebutuhan untuk berprestasi, Mc Clelland menemukan bahwa orang-orang yang berprestasi membedakan diri mereka dengan yang lainnya dari hasrat mereka untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik. Mereka mencari situasi dimana mereka dapat memenuhi tanggung jawab pribadi untuk menemukan solusi terhadap suatu masalah, menerima umpan balik yang cepat dan tidak ambigu tentang kinerja mereka, dan menentukan tujuan yang cukup menantang. Mereka lebih suka bekerja untuk masalah-masalah yang menantang dan menerima tanggung jawab pribadi demi kesuksesan atau kegagalan daripada memberikan peluang kepada orang lain.
                 Kebutuhan akan kekuasaan adalah hasrat untuk mendapatkan pengaruh dan mengendalikan orang lain. Individu yang memiliki n Pow menikmati kewenangan yang dimilikinya, berjuang untuk mempengaruhi orang lain, lebih menyukai situasi persaingan dan beorientasi pada status, serta cenderung untuk lebih menaruh perhatian besar terhadap prestise dan pengaruhnya terhadap orang lain daripada kinerja yang efektif.
                 Kebutuhan ketiga yang diajukan oleh McClelland adalah kebutuhan akan afiliasi. Kebutuhan ini paling sedikit mendapatkan perhatian dari para peneliti. Afiliasi dapat disamakan dengan sasaran-sasaran Dale Carnegie hasrat untuk disukai dan diterima oleh orang lain. Individu dengan nAff yang tinggi berusaha keras untuk persahabatan, lebih menyukai situasi kooperatif daripada kompetitif dan hubungan yang melibatkan tingkat saling pengertian yang tinggi.
2.        Sebutkanlah dan berikanlah contoh masing-masing sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru.
Jawab:
a.       Kebutuhan akan sumber penemuan
Penemuan atau inovasi berasal dari persepsi kebutuhan yang jelas yang ingin dipenuhi. Terdapat banyak contoh barang atau jasa yang telah dikembangkan dari persepsi demikian itu. Barang dan jasa tersebut berkisar mulai yang sederhana hingga yang rumit, dari yang mahal hingga yang murah. Inovasi metode irigrasi misalnya, telah dikembangkan didaerah-daerah dimana air langka, mahal dan agak beragam. Metode irigrasi ini menggunakan peralatan yang akan meneteskan air kepermukaan tanah dekat tanaman dimana hal ini akan menghemat air. Wirausaha bisa memulai usaha baru dengan memproduksi peralatan penetes air untuk irigrasi tersebut.
b.      Hobbi atau kesenangan pribadi
Hobbi atau minat pribadi adakalanya bisa mendorong bisnis baru. Misalnya kesenangan membuat roti akan bisa memunculkan usaha baru. Dengan mengembangkan roti yang mempunyai rasa yang khas yang disukai oleh orang lain, seseorang bisa mendirikan usaha pembuatan roti tersebut.
c.       Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Kecenderungan dan kebiasaan dalam metode merupakan sumber gagasan untuk melakukan venture baru. Banyak peluang yang telihat oleh para pengamat mendorongnya untuk mengerjakan suatu yang baru pada saat yang tepat. Berdirinya usaha-usaha butik, perancangan mode pakaian merupakan salah satu contoh dari pemanfaatan peluang uasaha baru melalui pengamatan kecenderungan dalam bidang mode.
d.      Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
Lahan yang subur bagi gagasan barang dan jasa baru terletak pada pengamatan kekurangan pada barang dan jasa yang ada. Pendekatan ini ditujukan untuk memperbaiki kinerja atau menambah keunggulan yang diperlukan. Pengembangan kunci anti maling dimobil merupakan peluang usaha baru dengan memanfaatkan kelemahan dan kekurangan yang ada pada kunci biasa yang mudah rusak oleh para pencuri.
e.       Mengapa tidak terdapat.....?
Peluang bagi usaha baru adakalanya datang didalam menjawab pertanyaan,”mengapa tidak terdapat...?”sebagai contoh tidak terdapat cairan penghapus tinta merupakan peluang mendirikan usaha baru yang disebabkan tidak adanya alat untuk menghapus tinta.
f.        Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Banyak produk komersil berasal dari penerapan barang-barang biasa untuk kegunaan lain yang bukan kegunaan yang dimaksudkan dari barang itu. Barang tersebut berkisar dari perubahan karakter dan kegunaan dari barang akhir hingga pengembangan penerapan baru barang yang tidak terpakai. Pengembangan shampoo 2 in 1 merupakan penambahan kondisioner pada sampo yang sudah ada, sehingg kita tidak perlu lagi membeli kondisioner untuk merapikan rambut.
g.      Pemanfaatan produk dari perusahaan lain
Banyak perusahaan baru yang terbentuk sebagai perusahaan yang memanfaatkan produk dari perusahaan yang sudah ada. Misalnya seorang pegawai pengetik dari suatu perusahaan berusa mendapatkan tambahan pendapatan dengan mengetik skripsi, laporan, dll dirumahnya dimalam hari dan dihari minggu. Beberapa pemberi order merasa puas dengan hasil kerjanya sehingga mereka menjadi konsumen tetap. Ketika usahanya berkembang dan penghasilannya melebihi penghasilan dikantor, pengetik tersebut semakin terlibat dengan pekerjaan dirumahnya sehingga ia memutuskan untuk mengembangkan usahanya sendiri dengan membuka biro pengetikan.
3.        Sebutkan dan jelaskan masing-masing unsur-unsur analisa pulang pokok.
Jawab:
Analisa pulang pokok umumnya terciri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuat keputusan relatif terhadap tujuh  unsur pokok:
a.    Biaya Tetap: pengeluaran yang dikeluarkan tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan
b. Biaya variabel: pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan
c. Biaya Total: jumlah total biaya tetap dari biaya variabel yang berkaitan dengan produksi
d. Pendapatan Total:  semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan  produk
e.  Keuntungan:  jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual.
f.  Kerugian: jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari perjualan barang tersebut.
g. Titik  Pulang Pokok:  pendapatan total sama dengan biaya totalnya, artinya perusahaan hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak untung  tidak rugi.
4.        Sebutkan dan jelaskan pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan, serta sebutkan keuntungan dan kerugian masing-masing.
Jawab:
a.      Pemilikan tunggal (firma) merupakan organisasi bisnis kecil paling umum. Perusahaan dimiliki dan dijalankan satu orang. Hanya memerlukan izin dan mendaftar untuk memulai usaha.
Keuntungan: kewajiban hukum yang dipenuhi hanya sedikit dan tidak semahal bentuk kongsi atau perseroan, pemilik tidak membagi laba dengan siapapun, tidak perlu berkonstultasi dengan sesame pemilik atau rekanan sehingga memiliki kekuasaan membuat keputusan dan pengendalian sepenuhnya, pemilik dapat menanggapi kebutuhan-kebutuhan bisnis dengan cepat dalam bentuk keputusan manajemen sehari-hari, dan pemilikan tunggal biasanya bebas dari pengawas pemerintah dan perpajakan khusus.
Kerugian: kewajiban dan tanggung jawab tidak terbatas atas seluruh utang perusahaan, modal yang tersedia jauh lebuh kecil dibandingkan organisasi bisnis lainnya, dan sukar mendapatkan pembiayaan jangka panjang dan sangat tergantung keterampilan pemilik menyebabkan perusahaan tidak stabil.
b.      Kongsi merupakan asosiasi dari dua orang atau lebih, yang bertindak sebagai pemilik bersama dari sebuah bisnis. Ayat-ayat perjanjian dari kongsi biasanya dirumuskan untuk menentukan sumbangan masing-masing rekanan kepada bisnis.
Keuntungan: formalitas hukum dan pengeluaran-pengeluaran lebih sedikit dibandingkan dengan persyaratan-persyaratan dalam pendirian perseroan, para rekanan termotivasi untuk menerapkan kemampuan terbaik karena ikut mendapatkan laba, lebih mudah mendapatkan modal besar dan memiliki ketarampilan yang lebih luas dibandingkan firma, dan pengambilan keputusan lebih luas dibandngan perseroan.
Kerugian: terdapat kewajiban tak terbatas minimal bagi seorang rekanan, dapat berakhir kapan saja dan dapat dilanjutkan dengan membentuk kongsi baru, kongsi relatif lebih sukar untuk memperoleh modal dalam jumlah besar dibandingkan perseroan, dan rekanan merupakan agen bisnis itu dan tindakan mereka mengikat rekanan lain.
c.      Perseroan merupakan jenis organisasi bisnis paling rumit. Biasanya dibentuk dengan kekuasaan dari sebuah badan pemerintah dan harus menurut hukum dagang, dan peraturan-peraturan pemerintah pusat maupun daerah.
Keuntungan: kewajiban terbatas hanya dalam jumlah saham, kepemilikan dengan mudah dipindahkan keorang lain, memiliki ekstensi hukum yang terpisah, ekstensi perusahaan relative lebih stabil dan permanen sehingga perusahaan dapat berjalan melaksanaan usahanya, pendelegasian kekuasaan pada manajer professional, dan perseroan sanggup menggaji spesialis.
Kerugian: kegiatannya dibatasi oleh akte pendirian sesuai hukum dan perundangan, banyak peraturan pemerintah yang harus diperhatikan, membutuhkan biaya yang besar dalam pendiriannya, dan pajak yang tinggi karena adanya berbagai instasi pemerintah.
d.      perusahaan yang go public biasanya memperoleh cara mudah untuk mendapatkan modal tambahan terutama utang. Tidak hanya pembiayaan hutang tetapi modal ekuitas masa depan lebih mudah diperoleh ketika diperoleh kenaikan harga saham.
Keuntungan: diperolehnya modal ekuitas baru, diperoleh nilai dan kemampuan dialihkan dari aktiva organisasi, kemampuan untuk mendapatkan dana dimasa depan dengan relative lebih mudah, dan mendapatkan prestise.
Kerugian: hilangnya fleksibilitas dan meningkatnya beban administrasi yang diakibatkannya.

Rabu, 28 Desember 2011

PERENCANAAN SISTEM LISTRIK INDUSTRI

Sampai saat ini mahasiswa mengalami kesulitan dalam Perencanaan Sistem Listrik Industri yang sederhana hingga komprehensif. Kebanyakan mahasiswa hanya bisa merancang “wiring sistem" instalasi yang sederhana. Padahal sebagian besar materi perencanaaan Sistem Listrik Industri mengandung penerapan pengetahuan, peraturan yang berlaku, perhitungan, gambar, spesifikasi teknis dan harga, produk, dan syarat teknis pekerjaan. Di samping itu sebagian besar dunia lapangan/ industri dalam melaksanakan pekerjaan berpedoman dari hasil perencanaan yang meliputi gambar desain, detail, spesifikasi barang/ material, syarat-syarat pekerjaan, dan harga yang reliabel. Maka kelemahan mahasiswa tersebut menjadi keprihatinan para pengajar mata kuliah Perencaan Sistem Listrik Industri di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Kelemahan mahasiswa sebagaimana diuraikan di atas seharusnya tidak dibebankan sepenuhnya pada mahasiswa dan tidak pula dipersalahkan kepada dosen dalam menyampaikan pengajaran, namun upaya yang diperlukan adalah menemukan titik-titik simpul yang menjadi hambatan mahasiswa tersebut.
Salah Satu alternatif yang dapat diajukan untuk mengatasi hambatan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan merancang suatu perencanaan sistem listrik industri yang komplek adalah dengan memanfaatkan komputer (Computer Aided Design) sebagai alat bantu yang sangat cocok digunakan untuk menyimpan data, olah data, akses. informasi, gambar-gambar teknik dan simulasi belajar yang mudah dipahami.  Tujuan pembelajaran teori adalah memahami konsep, perhitungan, dan peraturan teknis yang berlaku untuk mempersiapkan mahasiswa memahami konsep praktis, perencanaan gambar (sistem dan detail pemasangan), rencana kerja dan syarat-syarat perlengkapan dan pemasangan, rencana anggaran biaya, sehingga mahasiswa mempunyai kemampuan yang komprehensif pada perencanaan instalasi listrik. Sampai saat ini mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas merancang instalasi listrik industri yang standar mengacu standar kompetensi, terutama perencanaan penghitungan dan analisis, pemilihan bahan material dan equipment, gambar sistem, gambar kerja, gambar detail, pembagian kelompok / beban daya, menyusun rencana kerja dan syarat-syarat, menyusun rencana anggaran biaya, dan prosedur tes standar dan tes kerja. Pembelajaran yang memanfaatkan komputer sering disebut dengan computer assisted instruction (CAI). Komputer secara langsung digunakan dalam proses pembelajaran, sebagai pengganti:
a. peralatan hitung/tulis, untuk menghitung penerapan rumus-rumus perencanaan instalasi listrik
b. peralatan gambar, sebagai peralatan bantu dalam gambar perencanaan, program apliksi yang dipakia biasanya, Autocad, yang biasanya dipakai oleh devisi lain dari perencana suatu bangunan (arsitek dan sipil).
c. informasi, informasi produk yg berhubungan dengan perlengkapan, spesifikasi teknis, peraturan yang berlaku, contoh-contoh perencanaan, dan lain lain.
d. perhitungan khusus, seperti program aplikasi khusus perencanaan penerangan, beban pendingin dan tenaga listrik, d1l.

Pembelajaran perencanaan sistem listrik industri yang memanfaatkan komputer secara umum meliputi kegiatan:
a. latihan dan praktek, pengajar menyediakan materi latihan dan tugas praktek. Pelajar menguji pengetahuan dan mempraktekan pengetahuan secara mandiri dan kreatif.
b. penjelasan, komputer digunakan untuk menyampaikan materi yang baru maupun penjelasan ulang.
c. simulasi, penggunaan program aplikasi khusus perencanaan penerangan listrik, perencanaan beban pendinginan, dan lain-lain.
Pembelajaran yang memanfaatkan komputer bertujuan untuk menyampaikan informasi, pesan, latihan, praktek dalam bentuk yang menyenangkan, menarik, mudah dimengerti, dan jelas karena beberapa indra terutama mata, telingga, digunakan untuk menyerap informasi, pesan pelajaran. Sehingga pembelajaran tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar. Di samping itu keahlian merancang instalasi listrik industri berbantuan komputer merupakan tuntutan pasar kerja yang profesional.Banyak karya rancang bangun di berbagai bidang yang digunakan manusia dalam kehidupannya merupakan hasil rekayasa desain para ahli teknik elektro. Pada dasamya kegiatan desain inilah yang membedakan keteknikan atau rekayasa (engineering) dengan sains dan penelitian. Seorang ahli teknik adalah seorang pendesain, pencipta, atau “pembangun”.
Proses desain adalah kemampuan untuk menggabungkan gagasan, prinsip-prinsip ilmiah, sumber daya, dan sering produk yang telah ada ke dalam penyelesaian suatu masalah. Meskipun banyak kelompok industri dapat mengidentifikasi proses desain dengan cara mereka sendiri, tapi secara umum tahapan dari proses desain terdiri dari identifikasi masalah desain, pemecahan konsep dan gagasan, kompromi terhadap penyelesain, pembuatan model atau prototipe, pembuatan gambar produksi dan /atau gambar kerja. Berbagai gagasan konseptual untuk menyelesaikan masalah desain dipilih setelah melakukan pertimbangan yang cermat. Pada kajian awal ini mulai diperlukan gambar desain yang dibuat dengan CAD. Gambar tersebut harus cukup teliti, menunjukkan ukuran sebenamya yang diinginkan, dapat divisualisasikan, dan jika perlu dapat disimulasikan dengan teknik animasi. Pada tahapan ini diikuti pula dengan pengkajian mengenai pemilihan equipment, merancang instalasi (wiring), serta RAB yang akan digunakan. Dalam proses desain, seorang ahli teknik elektro sangat mengandalkan gambar atau grafik sebagai suatu sarana untuk mencipta, mencatat, menganalisis, dan berkomunikasi dengan orang lain tentang konsep atau gagasan yang dibuat.

DAFTAR PUSTAKA
---,. 2005. Kurikulum Pendidikan Teknik Elektro,Semarang: UNNES.
Kemmis,S, MC.Taggart R, 1992. The Action Research Planner. Victoria: Deaken University Suwarsih. 1994. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Bina Cipta
Sri Sukamta
Jurusan Teknik Elektro FT, Unnes
E-mail: Sukamtote-unnes@yahoo.com
journal.unnes.ac.id/index.php/LIK/article/download/537/494

Kamis, 10 November 2011

TUGAS 1 KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis yang artinya Perantara.

Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.

Tiga jenis perilaku :

1. Memiliki Kreatifitas Tinggi

2· Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi

Diterimanya resiko dan kegagalan.

Kunci penting seorang wirausahawan adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas.

A. Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :

Keinginan untuk berprestasi

Keinginan untuk bertanggung jawab

Preferensi kepada resiko-resiko menengah

Persepsi kepada kemungkinan berhasil

Rangsangan oleh umpan balik

Aktivitas energik

Orientasi ke masa depan

Keterampilan dalam pengorganisasian

Sikap terhadap uang

B. Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi :

1· Kemampuan inovatif

2· Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)

Keinginan untuk berprestasi

Kemampuan perencanaan realistis

Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan

Obyektivitas

Tanggung jawab pribadi

Kemampuan beradaptasi

Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

A. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)

n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.

B. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)

Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.

C. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.

Kebutuhan akan sumber penemuan

Hobi atau kesenangan pribadi

Mengamati kecenderungan-kecenderungan

Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada

Mengapa tidak terdapat ?

Kegunaan lain dari barang-barang biasa

Pemanfaat produk dari perusahaan lain

Rabu, 12 Januari 2011

sertifikat yang Pernah Diperoleh

PROGRAM DECISION PROSESS CHART (PDPC)

PROGRAM DECISION PROSESS CHART (PDPC)




Disusun Oleh:
Nama/NPM                 : 1. Caltararia Arlyani .V (30408221)
                                                                          2. Wendi Kurnianto (30408861)
                                    Kelas                           : 2ID02
Hari/Tanggal               : Sabtu / 20 November 2010




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2010


Program Decision Prosess Chart (PDPC)


Alternatif diagram. untuk risiko keputusan manajemen (Proses Keputusan Program Chart, PDPC) adalah alat yang dapat membantu menemukan cara untuk merencanakan atau langkah atau prosedur dengan berfokus pada hambatan yang mungkin akan terjadi dalam proses. Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan, dengan pemikiran melalui semua hambatan dalam proses, mereka dapat menemukan cara untuk menghilangkan semua hambatan yang mungkin timbul di masa depan. Serupa dengan dukungan yang tersedia untuk rencana tindakan darurat untuk perubahan atau ketidakpastian yang akan berlangsung setiap saat.
Tujuan dari Proses Keputusan Program Chart (PDPC) adalah untuk mengembangkan kontinjensi dan mengatasi kegagalan yang mungkin atau masalah yang dapat terjadi sewaktu melaksanakan tindakan khusus yang tercantum dalam rencana. Hal ini tidak berhubungan dengan alat apapun yang saat ini digunakan dalam riset pemasaran. Proses untuk mengembangkan PDPC relatif mudah " Ini melibatkan pertanyaan "apa bisa salah ketika melakukan?" Kemudian rencana kontingensi (s), dikembangkan untuk setiap masalah yang diidentifikasi. Sebuah PDPC dapat digunakan untuk mengidentifikasi potential masalah. Tujuan lain dari PDPC adalah menggambarkan proses penyempurnaan rencana dengan memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi, sehingga dapat dipersiapkan langkah-langkah penanggunalangan sebelumnya.

Ciri-ciri PDPC:
*      Bagan ini membantu untuk menginventarisir faktor-faktor kegagalan yang dapat menghalangi  pelaksanaan suatu rencana solusi.
*      Faktor pengagal ini dapat berupa hal-hal yang tidak diinginkan (unexpected) maupun variasi hasil dari solusi yang kita lakukan.
*      Faktor penggagal tersebut dianalisis resikonya dengan menggunakan dua parameter penentu yaitu besarnya kemungkinan penggagal terjadi dan keseriusan efeknya terhadap kegagalan rencana solusi bila faktor penggagal tersebut terjadi.
*      Tim harus menemukan rencana program tindak balas yang dapat dilakukan untuk menghindari atau mereduksi timbulnya faktor penggagal beserta akibatnya. 
Proses keputusan grafik program sistematis mengidentifikasi apa yang mungkin salah dalam rencana yang sedang dikembangkan. Penanggulangan dikembangkan untuk mencegah atau mengimbangi masalah tersebut. Dengan menggunakan PDPC, Anda dapat merevisi rencana untuk menghindari masalah atau siap dengan respon terbaik ketika masalah terjadi.
Ketika Menggunakan PDPC
·         Sebelum melaksanakan rencana, terutama ketika rencana besar dan kompleks.
·         Ketika rencana tersebut harus diselesaikan pada jadwal.
·         Ketika harga kegagalan tinggi.

PROSEDUR PDPC
1.   Buat rencana selengkapnya
2.   Bayangkan kemungkinan persoalan, hambatan dan hal-hal tak terduga lainnya, meskipun sudah ada program
3.   Siapkan program penanggulangannya
4.   Bayangkan lagi hambatan, persoalan dan hal-hal tak terduga lain meskipun sudah ada program penanggulangan 3
5.   Siapkan lagi program penganggulangan baru
6.   Ulangi terus 4 dan 5, sampai tak ada lagi yang dapat dibayangkan.





PDPC Prosedur
1.      Mendapatkan atau mengembangkan diagram pohon dari rencana yang diusulkan. Ini harus diagram tingkat tinggi menunjukkan tujuan, tingkat kedua kegiatan utama dan tingkat ketiga tugas didefinisikan secara luas untuk menyelesaikan kegiatan utama.
2.      Untuk setiap tugas pada tingkat ketiga, bertukar pikiran apa bisa terjadi kesalahan.
3.      Meninjau semua potensi masalah dan menghilangkan yang tidak mungkin atau yang akan konsekuensi signifikan. Tunjukkan masalah sebagai tingkat keempat terkait dengan tugas.
4.      Untuk setiap potensi masalah penanggulangan brainstorming. Ini mungkin tindakan atau perubahan rencana yang akan mencegah masalah. Tampilkan balasan atau solusi sebagai tingkat kelima, diuraikan dalam awan atau garis bergerigi.
5.      Tentukan bagaimana praktis setiap penanggulangan. Gunakan kriteria seperti biaya, waktu yang dibutuhkan, kemudahan implementasi dan efektifitas. Mark praktis pencegahan dengan X dan yang praktis dengan O.

Berikut adalah ns questio beberapa yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah:
o    Masukan apa yang harus hadir? Apakah ada masukan yang tidak diinginkan terkait dengan input yang baik?
o    Apa output yang kita harapkan? Mungkin lain terjadi juga?
o    Apa ini harus dilakukan? Apakah ada sesuatu yang lain yang mungkin melakukan atau sebagai tambahan?
o    Apakah ini tergantung pada tindakan, kondisi atau peristiwa? Apakah ini terkendali atau tidak terkendali?
o    Apa yang tidak dapat diubah atau tidak fleksibel?
o    Apakah kita diperbolehkan ada margin untuk kesalahan?
o    Asumsi-asumsi apa yang dibuat yang bisa berubah menjadi kesalahan?
o    Apakah ada pengalam yang sama yang sesuai dengan situasi tersebut?
o     Bagaimana ini berbeda dari sebelumnya?
o    Jika kita ingin ini berhasil, bagaimana kita bisa mencapai itu?

PDPC Example Contoh PDPC
Sebuah kelompok medis berencana untuk meningkatkan perawatan pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes dan asma melalui program manajemen baru penyakit kronis (CIMP). Mereka telah menetapkan empat unsur utama dan, untuk masing-masing elemen, komponen kunci. Informasi yang ditata dalam proses pengambilan keputusan program grafik di bawah ini. Dotted garis merupakan bagian dari bagan yang telah dihilangkan. Hanya beberapa masalah potensial dan penanggulangan yang diidentifikasi oleh tim perencanaan ditampilkan pada tabel ini.


Proses Keputusan Contoh Program Chart
Sebagai contoh, salah satu masalah mungkin dengan penetapan tujuan pasien adalah kemunduran. Tim menyukai gagasan masing-masing pasien memiliki teman atau sponsor dan akan menambahkan bahwa dengan desain program. Daerah lain tabel rencana peluncuran membantu mereka lebih baik, seperti mengatur semua staf untuk mengunjungi klinik dengan program CIMP di tempat. Masih daerah lain memungkinkan mereka untuk merencanakan terlebih dahulu untuk masalah, seperti pelatihan perawat CIMP bagaimana pasien nasihat yang memilih tujuan yang tidak pantas.